Showing posts with label IPO. Show all posts
Showing posts with label IPO. Show all posts

Thursday, September 24, 2009

Idul Fitri 1430 H

Taqobbalallahu Minna Wa Minkum ...
Taqobbal Yaa Karim ...




Bila ada langkah yang membekas lara ...
Ada kata merangkai dusta ...
Ada tingkah menoreh luka ...
Meski diri tak dapat berjumpa & jabat tangan yang sampai ...

Selamat Idul Fitri 1430 H

Mohon Maaf Lahir Batin


Tuesday, September 23, 2008

5 BUMN Paling Siap IPO 2008

5 BUMN Paling Siap IPO 2008
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Dari puluhan perusahaan pelat merah yang disiapkan untuk go public
hanya 5 yang benar-benar siap meluncur di tahun 2008 ini.

Kelima BUMN itu adalah PT Krakatau Steel (Persero), PT Perusahaan Perkebunan
Nusantara (PTPN) III, PTPN IV dan PTPN VII serta Bank Tabungan Negara (BTN).
Demikian diungkapkan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara serah terima jabatan
Menko Perekonomian dari Boediono ke Sri Mulyani di gedung Graha Sawala komplek
depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).

"Tapi kan ini masih menunggu persetujuan DPR yang memang seperti itulah prosedurnya.
Tapi kalau menurut saya ini semuanya sudah siap. Tapi yang paling siap ya 5 itu," katanya.

Pemerintah berharap proses persetujuan DPR bisa berjalan mulus sehingga tidak
membuang-buang waku terlalu lama.

"Kami akan mengusahakan supaya cepat kelima ini mendapatkan izin dari DPR," kata Sofyan.

Pada tahun 2008 ini ada 34 BUMN yang diusulkan dalam program privatisasi tahunan
2008, dan 10 BUMN diantaranya merupakan pengalihan dari program privatisasi
yang tertunda pada 2007.

Sementara dari 34 BUMN tersebut yang mekanisme privatisasinya melalui IPO ada
sebanyak 11 BUMN, antara lain Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo),
Bank Tabungan Negara (BTN), PTPN III, PTPN IV, PTPN VII.

Sumber : Detik.com

Jasindo Batal IPO Tahun 2008

Jasindo Batal IPO Tahun 2008
Wahyu Daniel - detikFinance


Jakarta - Pemerintah batal melaksanakan pelepasan saham perdana
(IPO/Initial Public Offering) dari perusahaan asuransi pelat merah
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pada tahun ini.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang
Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto di kantor PPA (
Perusahaan Pengelola Aset), Gedung Sampoerna Strategic Square,
Jakarta, Kamis (11/9/2008).

"Untuk BUMN asuransi tidak mungkin dilakukan di tahun ini, kita
hanya mengajukan privatisasi BUMN prioritas saja yaitu 3 PTPN,
Krakatau Steel dan BTN (Bank Tabungan Negara)," ujarnya.

Alasannya, dikatakan Parikesit adalah karena DPR ingin privatisasi
BUMN ini dilakukan secara bertahap. Sementara di 2008 ini pemerintah
telah mengajukan daftar 34 BUMN yang masuk program privatisasi 2008.

"Tapi rencana ini masih bisa di-carry over untuk dimasukkan ke dalam
daftar rencana privatisasi tahun 2009 nanti," katanya.

Memang rencananya Jasindo diajukan pemerintah untuk diprivatisasi
melalui mekanisme IPO dengan melepaskan maksimal 30% saham barunya
ke pasar modal.

"Namun kalau kita lihat kondisi pasar saat ini juga tidak memungkinkan
untuk dilepas," cetusnya.

Selain itu untuk BTN, Parikesit mengatakan belum bisa memberikan kepastian
apakah bisa dilakukan IPO tahun ini atau tidak.

"Yang penting kita dapatkan persetujuan dari DPR dulu, sementara mengenai
waktunya itu tergantung underwriter-nya nanti. Pokoknya kita mempertimbangkan
timing, sizing
dan pricing-nya seperti apa sebelum melepaskan sahamnya ke pasar," tuturnya

Sumber : Detik.com

Wednesday, April 30, 2008

PT Kokoh Inti masuk bursa besok

PT Kokoh Inti masuk bursa besok

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis): PT Kokoh Inti Arebama Tbk dijadwalkan masuk bursa pada 9 April setelah mendapat pernyataan efektif dari Bapepem-LK Depkeu kemarin.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi bahan bangunan ini menawarkan sebanyak 250 juta saham bernilai nominal Rp100 yang ditawarkan kepada masyarakat Rp170 per saham. Perseroan akan meraup dana Rp42,5 miliar dari hasil IPO.

Perseroan juga menerbitkan 150 juta waran seri 1 yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham. Satu saham akan mendapat bonus tiga waran seri 1 di mana setiap waran dapat ditukarkan menjadi satu saham baru.

Tokoh Inti dibantu oleh penjamin emisi PT Makinta Securities berencana untuk menggunakan dana hasil IPO sebagai modal ekspansi. Sebanyak 45% dari dana itu akan dipakai untuk menambah kantor cabang. Sebanyak 30% untuk memasuki sektor ritel berupa pembukaan jaringan supermarket bahan bangunan di mana jenis produk yang dijual akan lebih banyak daripada saat ini.

Untuk membangun jaringan supermarket, perseroan berencana membuka jaringan supermarket sendiri dan atau melalui akuisisi jaringan supermarket bahan bangunan yang telah beroperasi. Sebanyak 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah modal kerja bagi pengembangan produk baru. (tw)

Sumber : Bisnis Indonesia



Wednesday, April 2, 2008

Adaro Roadshow IPO Juli 2008

Adaro Roadshow IPO Juli 2008
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - PT Adaro Indonesia, salah satu raksasa batubara di Indonesia, berencana menggelar roadshow ke luar negeri terkait rencana melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) September mendatang.

"Roadshow rencananya akan dilakukan Juli mendatang. Tentunya keluar negeri, karena nilai IPO kita cukup besar. Jadi kita lebih banyak mencari investor asing," ujar Presiden Direktur Adaro, Boy Garibaldi Thohir, di Senayan, Jakarta, Rabu (2/4/2008).

Untuk keperluan tersebut, Adaro saat ini sedang mencari underwriter lokal untuk mendampingi 3 underwriter asing yang telah ditunjuk Adaro.

"Kita sedang mencari 1 underwriter lokal untuk rencana IPO September mendatang. Baru kemudian ditentukan apakah akan menunjuk lead underwriter atau joint underwriter," ungkap Boy.

Sebelumnya, Adaro telah menunjuk Goldman Sachs, DBS Vickers Securities, dan UBS AG Securities sebagai underwriter. Namun konstelasi underwriter yang telah ditunjuk berubah menjadi DBS Vickers Securities, UBS AG Securities, dan Morgan Stanley.

"Dan kita masih cari 1 lagi dari lokal. Kita sedang mempertimbangkan antara Danatama, Danareksa, Bahana atau Trimegah," ungkap Boy.

Rencananya pada September 2008 mendatang Adaro akan melepas sekitar 20-30% sahamnya ke publik. Nilainya diperkirakan sekitar US$ 500 juta.

Dana perolehan tersebut akan digunakan untuk refinancing sebesar US$ 200 juta, US$ 150 juta untuk pengembangan anak-anak usaha, dan sisanya untuk mengakuisisi lahan tambang baru. ( dro / ir )

Sumber : www.detik.com

Tuesday, April 1, 2008

Wahana Artha siap melantai di BEI

Wahana Artha siap melantai di BEI

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis): PT Wahana Artha Harsaka Tbk siap melantai di bursa pekan depan menyusul dikantonginya pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 31 Maret.

Wahana Artha dijadwalkan mencatatkan sahamnya di BEI pada 11 April. Perusahaan yang bergerak di bidang penjualan, servis dan suku cadang Honda ini menawarkan 590 juta saham biasa atas nama yang terdiri 110 juta saham dari pemegang saham lama dan 480 juta saham baru dari portepel bernilai nominal Rp100 yang ditawarkan Rp265 per saham kepada publik.

Untuk penawaran ini, Wahana Artha dibantu oleh penjamin emisi PT Investasi Nusantara Sekuritas dan PT BNI Securities. Dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) akan dipakai untuk peningkatan modal yang terbagi atas 10% untuk kebutuhan modal kerja PT Wahana Artha Motorental dan 10% untuk ekspansi PT Tristar Transindo.

Selain itu, dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan usaha Wahana Artha dengan menambah gerai penjualan dari 18 jadi 77 outlet atau naik 70% di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Sumatra dan sebagian di Kalimantan dan Sulawesi.

Sebanyak 10% lainnya untuk pengembangan usaha motor bekas. Perseroan memiliki keahlian dalam bidang perbaikan sepeda motor dengan memperoleh sepeda motor bekas melalui berbagai sumber dalam bentuk kerja sama dengan perusahaan pembiayaan untuk menjual motor tarikan berkualitas baik.

Masyarakat dapat membeli saham Wahana Artha mulai besok hingga 4 april, sedangkan penjatahan dijadwalkan berlangsug 8 April. (tw)

Sumber : Bisnis Indonesia

Wednesday, March 12, 2008

Mengintip peluang IPO Bank Jabar Banten

Mengintip peluang IPO Bank Jabar Banten

oleh : Hilman Hidayat & Hery Trianto

Tahun lalu bank yang melantai di Bursa Efek Jakarta bertambah dua emiten, yakni PT Bank Capital Tbk dan PT Bank Ekonomi Rahardja Tbk plus PT Bank Negara Indonesia Tbk yang melaksanakan penawaran saham kedua. Tidak lama lagi dua bank akan menyusul.

Kedua bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dan PT Bank Jabar Banten. Tidak saja keduanya secara kebetulan sama-sama berpusat di Bandung, namun penawaran saham ke publik adalah rencana lama yang sempat tertunda.

Bagi para investor, jelas kehadiran para calon emiten perbankan tersebut layak masuk dalam radar investasi mereka. Hanya saja, seberapa besar sebenarnya peluang IPO tersebut memberikan peluang investasi?

Untuk BTPN, proses penawaran malah telah berlangsung dan dikabarkan memperoleh respons yang cukup menggembirakan dari investor. Dengan penawaran harga Rp2.700-Rp2.950, saham BTPN menurut Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Mohammad Syahrial mengalami kelebihan permintaan.

Praktis peluang untuk turut mengoleksi saham BTPN di pasar perdana hampir tertutup menyusul penawaran yang mendekati akhir. Tinggal kini yang ditunggu, sejauh mana penawaran saham Bank Jabar Banten bisa menarik para investor.

Bila rencana IPO sesuai rencana, maka Bank Jabar Banten akan mencatatkan sejarah sebagai bank pembangunan daerah pertama yang melantai di pasar modal. Rencananya, go public Bank Jabar Banten bakal direalisasikan semester pertama tahun ini.

Sejumlah persiapan administrasi dan pendaftaran ke Bapepam sudah hampir tuntas semuanya. Maklum Bank Jabar banten telah mendengungkan rencana menjadi perusahaan publik sejak 2006.

Proses melantai di bursa yang memakan waktu, bisa dimaklumi, sebab begitu banyak hal yang harus dipersiapkan. Seperti kita tahu BPD ini merupakan calon emiten unik dengan jumlah pemilik saham relatif banyak, yaitu 33 pemerintahan yang terdiri dari dua provinsi, 11 pemerintah kota, 20 pemerintah kabupaten. Proses sosialisasi dan edukasi pada stakeholder pun memakan waktu.

Kinerja keuangan Bank Jabar Banten
(Rp triliun, laba Rp miliar)
. 2006 2007 Pertumbuhan
(%)
Aset 21,29 23,12 8,6
Dana 15,54 16,48 6,06
Kredit 11,75 13,02 10,77
Ekuitas 1,85 2,23 20,58
Laba bersih 301 376 34,91
Sumber: Bank Jabar Banten, 2008

Bisa dibayangkan betapa berbelitnya proses persetujuan go public mengingat pemerintah daerah juga mesti berkonsultasi dengan DPRD masing-masing. Disatu sisi struktur pemegang saham yang cukup kompleks ini memang bisa menghambat pergerakan bisnis, tetapi juga menciptakan peluang bisnis yang cukup langka.

Betapa tidak? Bank Jabar Banten -juga BPD lain di Indonesia-memiliki pasar yang sangat captive yakni pemerintah daerah maupun para pegawainya. Sejauh ini, bank swasta ataupun bank BUMN masih kesulitan menembus pasar yang digarap BPD.

Bank Jabar Jateng, selain memiliki nasabah utama pemerintah daerah, juga mengelola dana PT Jasa Marga untuk bisnis jalan tol di wilayah Jawa Barat dan Banten. Bagaimanapun ini merupakan poin tersendiri bagi bank yang berpusat di Bandung tersebut

Motivasi melantainya Bank Jabar Banten di pasar modal, seperti diungkapkan Direktur Utama Bank Jabar Banten Agus Ruswendi, adalah untuk meraup modal segar. Mencari dana segar di bursa lebih reliable daripada menunggu setoran dari pemegang saham dengan dana terbatas.

"PT Bank Jabar-Banten akan melepaskan 20% sahamnya ke pasar dengan target masuk dana segar sebesar Rp720 miliar," katanya.

Agus mengatakan dana segar sebesar itu merupakan hasil kali dari jumlah saham dilepas sebesar 20%, dikali modal inti Rp2 triliun serta dikali nilai buku 1,8 kali. "Kalau melihat IPO bank-bank pemerintah dengan memakai nilai buku 1,4 kali hingga 1,6 kali, penetapan 1,8 kali nilai buku oleh Bank Jabar Banten, sudah termasuk baik."

Suhirman, Sekretaris Perusahaan Bank Jabar Banten, mengatakan secara keseluruhan persiapan bank ini masuk bursa sudah hampir tuntas, kemungkinan manajemen masih melihat situasi pasar. "Inginnya sesegera mungkin kami masuk bursa, tetapi beberapa pertimbangan akibat gejolak pasar, kemungkinan dilihat dulu."

Kinerja keuangan

Dalam laporan RUPS tahun buku 2007 disebutkan kinerja Bank Jabar Banten seperti disampaikan oleh kantor akuntan publik Price Waterhouse Coopers (PWC) menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian atas kinerja bank ini.

Hingga Desember 2007 tercatat aset Bank Jabar Banten mengalami kenaikan sebesar 8,61% dari tahun sebelumnya menjadi Rp23,1 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga bank ini juga mengalami peningkatan sebesar 6,08% atau Rp944,5 miliar dari Rp15,5 triliun menjadi Rp16,5 triliun.

Penyaluran kredit Bank Jabar Banten pada 2007 masih didominasi oleh kredit konsumtif mencapai Rp11,54 triliun ( 82,23%) sedangkan kredit produktifnya hanya Rp2,49 triliun (17,77%).

Hingga akhir tahun 2007 Bank Jabar Banten telah membukukan laba kotor naik 11,61 % dari laba tahun lalu dari Rp502,34 miliar jadi Rp560,67 miliar.

Manajemen Bank Jabar Banten memproyeksikan peningkatan kredit ke sektor produktif akan terus tumbuh, bahkan komposisi kredit dalam beberapa tahun ke depan sudah bisa 35% untuk kredit produktif dan 65% konsumtif.

Tentu dengan kondisi seperti ini para investor bisa menilai, apakah saham Bank Jabar Banten nati layak dikoleksi? Untuk tahun hasilnya, mari kita tunggu sampai bank itu benar-benar memperdagangkan saham di pasar modal. (hilman.hidayat@bisnis.co.id/hery.trianto@bisnis.co.id)


Sumber : Bisnis.com


IPO Truba Jaya Tertunda



IPO Truba Jaya Tertunda
Indro Bagus SU - detikfinance
Kamis, 14/02/2008 15:21 WIB

Jakarta - Rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Truba Jaya Engineering, anak perusahaan PT Truba Manunggal Alam Tbk (TRUB) tertunda karena masih terkait hubungan keuangan keduanya.

Demikian disampaikan Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito, disela-sela acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

"Harusnya sekarang sudah IPO, tapi ditunda. Truba Alam harus membuktikan dulu bahwa dia bisa independen, baru Truba Jaya bisa IPO," Ujar Eddy.

PT Truba Jaya Engineering adalah anak perusahaan PT Truba Manunggal Alam Tbk (TRUB). Rencananya, pada bulan Februari 2008 ini, Truba Jaya akan melakukan IPO. Namun, BEI menemukan bahwa 75% pendapatan TRUB dikontribusikan dari Truba Jaya.

"Dari hasil evaluasi kita, memang 75% pendapatan Truba Alam berasal dari Truba Jaya. Oleh karena itu masih menunggu laporan keuangan Truba Alam. Truba Alam harus bisa membuktikan bahwa kinerjanya lebih independen. Bisa laporan keuangan kuartal empat atau tiga 2007," kata Eddy.

Mekanisme BEI melarang adanya satu emiten yang sudah tercatat di bursa mempunyai kaitan erat dengan calon emiten lain yang akan listing di bursa.

"Kalau Truba Alam punya sumber pendapatan yg tidak tergantung pada Truba Jaya, maka bisa kita lihat lagi kelayakannya. Kan dia punya beberapa bisnis seperti power plant," ujar Eddy. (dro/ir)

Wednesday, March 5, 2008

BTN akan IPO hingga 30%

Senin, 11/02/2008 17:47 WIB

BTN akan IPO hingga 30%

oleh : Djony Edward

JAKARTA (Antara): Bank Tabungan Negara (BTN) lebih memilih memperkuat struktur permodalan dengan jalan menerbitkan saham (Initial Public Offering, IPO) sampai 30% dari dua opsi yang ditawarkan.

"Usulan untuk IPO 30% diselenggarakan paling cepat akhir bulan ketiga tahun 2008," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Senin, usai jamuan resepsi dalam rangka HUT ke-58 BTN.

Menurut Iqbal, usulan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Negara BUMN selaku pemegang saham. Awalnya untuk memperkuat struktur modal BTN ditawarkan tiga opsi IPO, akuisisi, serta merger. Namun, opsi merger gugur tinggal IPO atau akuisisi.

Mengenai kedua opsi ini, Iqbal mengatakan masih menunggu keputusan evaluasi tim restrukturisasi BUMN yang saat ini masih membahas hal tersebut.

Iqbal mengatakan, dengan perkuatan struktur permodalan diharapkan menjadi bekal bagi BTN untuk melaksanakan ekspansi kredit yang lebih murah ke depannya. Melalui perbaikan struktur modal maka cost of fund (biaya dana) akan lebih ringan.

Akan tetapi kalau melihat keinginan pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang perumahan seperti masyarakat yang selama ini difasilitasi kreditnya dari BTN, kalangan pengembang yang tergabung dalam organisasi profesi REI dan Apersi, termasuk Kementerian Negara Perumahan Rakyat lebih memilih untuk IPO sebagai opsi perkuatan struktur modal.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria secara tegas menolak rencana IPO tersebut. Dia justru mempertanyakan atas dasar apa pemerintah mengajukan opsi kedua (akuisisi).

Fuad mengatakan, pemerintah dalam rangka memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan rumah seharusnya memiliki bank yang fokus di bidang ini. "Kalau selama ini sudah ada BTN kenapa kemudian diutak-atik," tuturnya.

Perkuatan modal metodanya sangat banyak, kata Fuad, kenapa harus memilih jalan akuisisi padahal banyak konsep yang ditawarkan apabila IPO memang tidak dapat dilaksanakan, masih ada cara dengan menjalin mitra strategis (strategic partner).

"Mitranya berasal dari institusi keuangan bukan bank yang selama ini sangat berkepentingan di sektor perumahan seperti misalnya Jamsostek, Bapertarum - PNS, maupun YKPP- TNI," ujarnya.

Pemerintah harusnya mempertimbangkan dampak buruk apabila langkah akuisisi sampai diambil. "Kalau terjadi gonjang-ganjing di sektor perumahan bisa saja subsidi kredit untuk rumah kemudian ditutup," ujarnya.

Apalagi melalui IPO tersebut modal BTN yang semula Rp2,8 triliun tahun 2007 (belum diaudit) dapat ditingkatkan menjadi lebih dari Rp4 triliun, akan memberikan keleluasaan BTN dalam menyalurkan kredit di sektor perumahan.

Fuad juga mengingatkan, BTN tidak bisa didorong keras menyalurkan kredit karena pemerintah juga harus melihat kenyataan dana subsidi untuk rumah sangat terbatas. Seperti tahun 2007 anggaran subsidi yang tersedia Rp300 miliar sudah habis sehingga BTN harus menalangi lebih dari Rp100 miliar.

Bahkan sumber yang sangat dekat dengan BTN mengatakan pihak-pihak yang menginginkan opsi di luar IPO akan berhadapan dengan DPR-RI, bahkan Komisi V DPR-RI telah merancang untuk memanggil Meneg BUMN.

Bahkan Presiden dan Wakil Presiden akan berkunjung ke Menpera pada Februari 2008 untuk rapat koordinasi, salah satunya membahas soal ini.

Tim restrukturisasi BUMN seharusnya belajar pengalaman dari pendahulu sebelumnya yang tergusur karena hal tersebut, kata sumber tersebut.


Sumber :

www.bisnis.com

IPO Alfamart


Rabu, 05/03/2008 14:30 WIB
Alfamart IPO Semester II 2008
Indro Bagus SU - detikfinance

Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya, pemilik toko ritel Alfamart, berencana melakukan penawaran
umum perdana (Initial Public Offering/IPO) semester II 2008.

"Rencana IPO kita sudah pasti tahun ini, mungkin di semester II. Namun komposisi saham yang akan dilepas ke publik belum dapat kita disclose," ujar Deputy Franchise Development Director, Maria Hardjono, usai jumpa pers di kawasan Manggala Wanabhakti, Jl. Jend Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/3/2008).

Saat ini komposisi kepemilikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya adalah PT Sigmantara Alfindo sebesar 60% dan PT Cakrawala Mulia Prima 40%.

Jumlah gerai Alfamart per akhir 2007 sebanyak 2.266 unit. "Sekitar 20% franchise, sisanya milik perusahaan," ujar Corporate Communication Manager Alfamart, Didit Setiadi.

Di tahun 2008, perseroan menargetkan untuk menambah jumlah gerainya hingga 3 ribu unit. "Jadi kira-kira tambah 750 gerai lagi. Dari 750 gerai, 30% adalah porsi untuk franchise, sisanya milik perusahaan," ulas Didit.

Mengenai pendanaan, Didit menyampaikan sejauh ini masih menggunakan kas internal. "Kira-kira untuk satu gerai butuh kurang lebih Rp 500 jutaan. Fokus kita tahun ini masih di Jawa dan Lampung, terutama 60% di Jabodetabek," ujar Didit.

Akuisisi Carrefour ke Alfa Retailindo


Dalam jumpa pers ini, Didit menyampaikan penjelasan seputar proses akuisisi Carrefour terhadap PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA).

"Selama ini banyak orang salah kaprah. Banyak yang mengira Carrefour mengakuisisi Alfamart, padahal tidak. Alfa Retailindo dan Sumber Alfaria Trijaya merupakan entitas yang berbeda," tegas Didit.

Komposisi pemegang saham di PT Sumber Alfaria Trijaya adalah PT Sigmantara Alfindo 60% dan PT Cakrawala Mulia Prima 40%.

Sementara komposisi pemegang saham Alfa Retailindo setelah akuisisi adalah PT Sigmantara Alfindo 20%, PT Carrefour Indonesia 75% dan 5% publik.

"Jadi Carrefour melakukan akuisisi saham PT Sigmantara Alfindo dan PT Prime Horizon yang ada di Alfa Retailindo, bukan Sumber Alfaria Trijaya. Akibat bias informasi ini, sempat banyak pemegang franchise kita yang mempertanyakan hal ini," jelas Didit.

Nilai akuisisi Carrefour terhadap 75% saham Alfa Retailindo sebesar Rp 680 miliar. (dro/ir)

Sumber :
www.detik.com